




Pengunjung | : 10 |
Total pengunjung | : 8524 |
Hits hari ini | : 25 |
Total Hits | : 32335 |
Online | : 6 |
Kurikulum Inti Perencanaan adalah merupakan kurikulum yang memberikan ciri suatu sekolah dapat disebut sebagai Sekolah Perencanaan.
Kurikulum Inti Sekolah Perencanaan adalah merupakan hasil penyusunan dari beberapa seri pertemuan yaitu:
Seminar di UNISBA, Bandung (2-3 Agustus 2001), yang berhasil
merumuskan beberapa kompetensi dasar ilmu Perencanaan di Indonesia
Seminar di ITN Malang (25-26 September 2001), kesepakatan judul-judul mata kuliah yang menjadi kurikulum inti
Pertemuan terbatas di UGM Jogjakarta (13 Oktober 2001), merumuskan konsep-konsep dasar isi mata kuliah
Seminar di ITB, Bandung (9-10 Nopember 2001), berhasil
disepakati mata kuliah beserta penjelasan ringkas isi perkuliahan.
Rancangan Kurikulum Inti Sekolah Perencanaan
I. Materi Mata Kuliah Kurikulum Inti
Mata Kuliah Keahlian Berkarya
1. Statistik (Minimal 2 SKS)
a. Tujuan
Mahasiswa menguasai ilmu statistik yang terkait dengan kegiatan perencanaan secara tepat dan benar.
Mahasiswa menguasai penggunaan software statistik yang digunakan
untuk penelitian PWK. Sebaiknya masuk kedalam Mata Kuliah MAP, karena MK
ini hanya sebagai basic dan alat bantu.
b. Pokok Bahasan (Materi) :
Data dan variabel,
Populasi
Metoda sampel yang berkaitan dengan perencanaan wilayah dan kota.
Statistik deskriptif dan inferensi.
Regresi linear,
Statistik non parametik,
Probabilitas
2. Metoda Analisis Perencanaan (3 SKS)
a. Tujuan
Memberi pengetahuan, pemahaman, penguasaan mengenai: Alat bantu
teknik pengambilan keputusan, mengolah dan menguji data statistik,
analisa perencanaan tata ruang, model-model analisis perencanaan,
teknik-teknik analisis statistik dalam menganalisis permasalahan wilayah
dan kota untuk maksud perencanaan, serta mahir menggunakan software
analisis statistik.
b. Sub Bahasan (Materi) :
Analisis Kuantitatif yang terdiri atas: Analisis Multivatiate
(Analisis Faktor, Analisis Cluster, Multiple Regresi, Multi Determinan
Anasisis, Principle Componen analysis), Cross tab, Cohort Analisis,
Forecasting
Analisis Kualitatif terdiri atas AHP, metoda Delphi
3. Pengantar Ekonomi (2 SKS)
a. Tujuan
Memberikan pemahaman pemahaman dasar (dasar pengetahuan) dalam
bidang ekonomi untuk mengantar mahasiswa memahami dasar-dasar ekonomi
dalam hal:
Memberikan pengertian Ilmu Ekonomi, mengenai pendekatan ekonomi
individual, pendekatan ekonomi agregrat, mengerti dan mampu menjelaskan
kaidah-kaidah dasar ekonomi mikro dan makro, mampu memahami interaksi
antar ekonomi di dalam perekonomian,mampu menghitung pendapatan nasional
dari berbagai pendekatan.
Memberikan penjelasan mengenai perilaku masyarakat dalam
memanfaatkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya,
bagaimana sistem ekonomi membatasi suatu rencana,
Memberikan Pemahaman makro ekonomi untuk mengantar mahasiswa
mengerti mekanisme pasar dalam berbagai kondisi dan peran pemerintah
dalam perekonomian, serta dapat menuangkan apa yang dipelajarinya dalam
menganalisis suatu kasus nyata secara ekonomi maupun berbagai kebutuhan
ekonomi makro lainnya.
Memberikan pemahaman Prinsip-prinsip ekonomi dan penerapannya dalam proyek-proyek tata ruang.
b. Sub Bahasan (Materi) :
Sejarah ekonomi, asas-asas ekonomi mikro, ekonomi makro, ekonomi
kesejahteraan (Walfare Economic, political economic, social economic,
bagaimana kita menjelaskan mengenai ekonomi dasar dalam perencanaan),
dan ekonomi kelembagaan.
4. Analisis Sumber Daya dan Lingkungan (3 SKS) *
a. Tujuan
Memperkenalkan proses perencanaan sumber daya alam dan pengelolaan
lingkungan dengan titik berat kepada pemahaman azas agar mampu
menganalisis manfaat, keterbatasan sumber daya dan mengelola lingkungan
wilayah dan kota yang direncanakan dengan menggunakan pendekatan AMDAL
sektoral, multi sektoral, terpadu kota dan regional.
Mampu memilih sistem kegiatan yang diperkirakan akan menimbulkan
dampak terhadap SDA dan lingkungan; mampu memahami persediaan dan daya
dukung lahan.
Memberikan wawasan/pengetahuan bahwa lingkungan yang ada di sekitar
kita mengandung banyak potensi yang perlu kita gali sehingga dapat
bermanfaat untuk peningkatan ekonomi wilayah dan kota.
b. Sub Bahasan (Materi):
Dasar-dasar ilmu lingkungan
Teknik analisis sumber daya, yang meliputi :
- Carry capasity
- Treshold analysis
- Bearing capasity
Teknik analisis ekonomi sumber daya, yang meliputi pengukuran-pengukuran sumber daya.
5. Analisis Lokasi Pola Keruangan (3 SKS)
a. Tujuan
Memberikan pemahaman mengenai proses tingkah laku (behavior) manusia
yang memunculkan distribusi spasial dan elemen suatu wilayah (kota),
seperti proses ekonomi, sosial, politis dan psikologis yang memunculkan
struktur sosial.
Memberikan pengenalan kepada mahasiswa mengenai permasalahan lokasi
kegiatan yang menjadi dasar terbentuknya pola dan struktur keruangan
suatu wilayah dan kota.
Memberikan pengetahuan mengenai teknik-teknik penentuan lokasi
terbaik bagi aktivitas-aktivitas industri, pertanian, serta pusat-pusat
pelayanan.
6. Sistem Informasi Perencanaan (3 SKS)
a. Tujuan
Memahami dan terampil sistem informasi, penyajian dan pengolahan data bagi keperluan berbagai kegiatan perencanaan.
Pemahaman dan penguasaan dengan menggunakan perangkat komputer
maupun piranti lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) dan sebagainya,
agar mahasiswa mampu mengumpulkan, mengelola dan menganalisis data
sehingga mampu menyusun suatu rencana tat ruang umum maupun khusus
secara multi dimensi.
Juga mahasiswa mampu mengikuti perkembangan sistem informasi perencanaan dan kebutuhan spesifik konsep rencana.
Mempelajari dasar-dasar Data Base dan SIG untuk digunakan pada analisis spasial.
Menganalisa data spasial dan non spasial dengan menggunakan SIG.
7. Ekonomi Wilayah dan Kota (3 SKS)
a. Tujuan
Mahasiswa mampu melakukan suatu analisa perencanaan wilayah dan kota
dengan pendekatan ekonomi dan mampu membuat strategi pengembangan
ekonomi wilayah.
Mahasiswa diberi pemahaman tentang proses pertumbuhan dan
perkembangan ekonomi serta struktur tumbuh kembangnya perekonomian
wilayah dan kota.
Dalam pemahaman ini diharapkan mahasiswa mampu menyusun konsep dari
bentuk-bentuk intervensi yang dapat dilakukan dalam mendorong
perekonomian wilayah dan kota.
b. Sub Bahasan (Materi) :
Azas-azas ekonomi pembangunan
Ekonomi wilayah :
- Input Output Analisis
- Shift Share Analisis
- LQ (Location Quation)
- PDRB (Regional Income)
- Disparitas
- Rural Open Linkage
Ekonomi Kota :
- Eksternalitas
- Urban poverty
- Employment
- Informal sector
- Housing Land Economic
8. Prasarana Wilayah Dan Kota (4 Sks)
a. Tujuan
Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pengertian, peranan, permasalahan prasarana wilayah dan kota.
Memberikan pengetahuan dan pengertian berbagai jenis prasarana yang
ada di wilayah dan kota, meliputi penyediaan air bersih, penyaluran
pembuangan air limbah, drainase air hujan dan sistem pembuangan sampah,
pengelolaan pencemaran udara dalam kaitan dengan industri dan kehidupan
kota; memahami masalah prasarana wilayah, meliputi irigasi, rute jalan
raya/laut, waduk dan bangunan umum untuk kawasan industri/rekreasi dan
sebagainya, sehingga dapat menangani permasalahan yang terjadi pada
prasarana di wilayah dan kota.
Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai keterpaduan pengelolaan
prasarana kota dan kebijakan-kebijakan pembangunan prasarana kota,
sehingga mahasiswa mempunyai dasar yang kuat dalam merencanakan wilayah
dan kota dalam kerangka sistem tata ruang.
b. Sub Bahasan (Materi):
Standar kebutuhan dan sistem (dasar desain mulai melayani dari transmisi sampai distribusi) :
- Jalan
- Air Bersih (standar kebutuhan air bersih dan sistem saluran)
- Listrik/ Energi
- Komunikasi
- Sanitasi
- Persampahan
- Irigasi/ Drainase
- Fasilitas Sosial
- Fasilitas umum
Memahami keterpaduan sistem prasarana wilayah dan kota
9. Perencanaan Tapak (2 SKS)
a. Tujuan
Memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang konsep dasar
perencanaan tapak, penerapan konsep dan penyusunan rencana tapak kawasan
perumahan ataupun kawasan fungsional lainnya dalam bentuk 2 3
dimensi dengan ketentuan-ketentuan pembangunan (GSB, KDB, KLB)
b. Sub Bahasan (Materi):
Memahami konsep dasar perencanaan Tapak serta prinsip perencanaan
dan perancangan tapak (Tapak skala 1:1000), termasuk didalamnya
pengertian, falsafah,
Kajian fenomena atau kasus sehingga issue dapat ditemukan
Teknis yang terdiri atas: Zonasi dan Guideline bangunan (GSB, KDB, KLB)
Non-Teknis terdiri atas economic, estetika, lingkungan dan sosial
10. Sistem Sosial (2 SKS)
a. Tujuan
Memberikan bekal pengetahuan tentang aspek utama, yaitu masyarakat
dalam wilayah dan kota dan dampak dari suatu rencana atau pembangunan
terhadap masyarakat
Memberikan konsep ilmu kemasyarakatan/ sosiologi, keterkaitannya
dalam proses perencanaan dan dampak kebijaksanaan pembangunan sosial
dalam konteks perencanaan
Memberikan wawasan tentang berbagai gejala sosial dan budaya yang
timbul dalam lingkungan masyarakat, dalam bentukan ruang, tyang terjadi
akibat sistem sosial tersebut.
Memberikan pemahaman bahwa ruang sebagai area konflik antar kelompok
sosial, sistem sosial dengan penataan ruang dan pola ruang sebagai
perwujudan dari konsensus atau optimasi berbagai kepentingan tersebut
untuk pengambilan suatu keputusan penataan ruang yang berkaitan dengan
sistem sosial yang ada.
b. Sub Bahasan (Materi)
Memahami proses perubahan sosial terhadap ruang dan sebaliknya
Teori dasar Sistem Sosial: Struktur masyarakat, Teori perilaku
Social Culture Capital (Modal sosial budaya)
Pelapisan Sosial
Pemberdayaan Masyarakat
11. Hukum dan Administrasi Perencanaan (2 SKS)
a. Tujuan
Memberikan pengetahuan, pengertian, pemahaman dan kemampuan
menggunakan azas aspek-aspek hukum dan administrasi perencanaan secara
konsepsual maupun yang nyata diterapkan saat ini, serta implikasinya
dalam proses dan prosedur penataan ruang; penataan administrasi
pembangunan wilayah dan kota.
b. Sub Bahasan (Materi)
Kepranataan: Peraturan perundangan yang berkaitan dengan perencanaan
Administrasi Perencanaan
Proses legalisasi
Kajian issue
MATA KULIAH KOMPETENSI KEILMUAN
12. Teori Perencanaan
a. Tujuan
Dapat memahami teori perencanaan berdasarkan berbagai paradigma dan
teori perencanaan (theory in planning, theory of planning, theory for
planning) dalam konteks perencanaan sebagai proses pengambilan keputusan
publik.
Dapat melakukan evaluasi kritis terhadap praktek perencanaan sesuai dengan paradigma dan teori perencanaan.
Dapat membandingkan teori perencanaan yang sesuai dengan masalah di lapangan.
b. Sub Bahasan (Materi)
Paradigma teori perencanaan
Teori perencanaan (Teori Substantif, Teori Prosedural, Teori Prescriptive)
Kasus-kasus Lapangan
13. Perencanaan Wilayah
a. Tujuan
Memahami berbagai teori/konsep /kebijakan perencanaan wilayah dan wawasan kewilayahan.
Melakukan evaluasi kritis terhadap praktek dan penerapan perencanaan wilayah melalui pemahaman teoritis.
Mengenal karakter, sifat, masalah, analisis yang dilakukan, serta perumusan kebijakan beberapa kasus spasial perencanaan wilayah dalam konteks umum maupun Indonesia.
Mengenal karakter, sifat, masalah, analisis yang dilakukan, serta perumusan kebijakan kasus-kasus substansial, fungsional, dan
sektoral dalam kasus-kasus perencanaan wilayah.
b. Sub Bahasan (Materi)
Teori dan konsep kewilayahan
Teori/ Kebijaksanaan / Konsep Perencanaan Wilayah
Kasus Spasial Perencanaan Wilayah
Kasus substansial, fungsi, sektoral Perencanaan Wilayah
14. Perencanaan Kota
a. Tujuan
Memahami berbagai teori/konsep dan sejarah perencanaan kota.
Melakukan evaluasi kritis terhadap praktek dan penerapan perencanaan kota melalui pemahaman teoritis.
Mengenali beberapa strategi pelaksanaan perencanaan kota dalam beberapa kasus umum maupun Indonesia.
Mengenali karakter, masalah, analisis dan perencanaan yang dilakukan dalam substansi/fungsi/sektor kasus perencanaan kota.
b. Sub Bahasan (Materi) :
Sejarah kota dan perencanaan kota
Teori/ konsep kota (definisi, pengertian struktur eksternal dan internal, komponen)
Teori / konsep perencanaan kota
Strategi-strategi dan model perencanaan kota
Peraturan-peraturan perencanaan kota di Indonesia
Kasus-kasus Perencanaan Kota (termasuk substantif, fungsional dan sektoral)
15. Tata Guna Pengembangan Lahan
a. Tujuan
Mengetahui teori, konsep, kebijakan pemanfaatan dan penggunaan lahan di perkotaan.
Mengenali masalah dan faktor-faktor pengembangan/perubahan lahan termasuk di dalamnya manajemen dan instrumentasinya.
Melakukan evaluasi kritis terhadap beberapa praktek dan kasus
pemecahan masalah melalui pengendalian dan pemanfaatan lahan perkotaan.
b. Sub Bahasan (Materi)
Definisi, tipologi, karakter, TGL
Teori, Konsep, Kebijakan, pemanfaatan dan tataguna tanah di perkotaan
Pengarah dan pengendalian Tata guna Lahan
Standar perencanaan
Nilai lahan
Kasus ketatagunalahanan
16. Studio Perencanaan
a. Tujuan
Menerapkan teori dan metode perencanaan ke dalam kasus nyata untuk
memberikan pengalaman dalam proses dan prosedur perencanaan, sehingga
diperoleh kemampuan untuk menyusun strategi dan rencana penataan ruang
secara terpadu.
b. Sub Bahasan (Materi)
Persiapan
Penyusunan proposal desain survey
Survey
Penyusunan Kompilasi Data
Penyusunan Analisis dan penggunaan analisis perencanaan
Penyusunan Rencana
17. Perencanaan Transportasi
a. Tujuan
Memahami berbagai teori/konsep perencanaan transportasi sebagai bagian integral dari perencanaan kota dan wilayah.
Melakukan evaluasi kritis terhadap praktek dan penerapan perencanaan transportasi melalui pemahaman teoritis.
Mengenali beberapa strategi pelaksanaan perencanaan transportasi dalam beberapa kasus.
b. Sub Bahasan (Materi)
Teori/ konsep perencanaan transportasi
Model dan strategi perencanaan transportasi
Kasus-kasus perencanaan transportasi
18. Pengantar Perencanaan Wilayah dan Kota
a. Tujuan
Mengenali lingkup pendidikan dan keilmuan serta profesi perencanaan wilayah dan kota.
b. Sub Bahasan (Materi)
Wawasan tentang pendidikan, keprofesian dan prospek bidang keahlian perencanaan wilayah dan kota,
Pengertian ruang lingkup pendekatan serta produk perencanaan dan perancangan wilayah dan kota;
Wawasan tentang proses berpikir sistem dalam perencanaan wilayah dan kota;
Pengenalan awal terhadap teknik dan metoda analisis dalam perencanaan wilayah dan kota;
Pengenalan aspek-aspek komplementer dalam menunjang keefektifan
rencana wilayah dan kota (aspek kelembagaan, peraturan
perundangan-undangan dan pelaksanaan).
MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA
19. Pengantar Proses Perencanaan
a. Tujuan
Memahami prosedur dan proses perencanaan (theory of planning).
b. Sub Bahasan (Materi)
Pengantar teori perencanaan prosedural (Andreas Faludi)
Prosedur dan prospek perencanaan, baik makro-mikro maupun umum dan detail
penyusunan data, baik yang berhubungan dengan kebutuhan data, cara
pencarian data, relevansi dan kompetensi data dan alternatif
pengelolaannya (termasuk pengolahannya)
Perumusan identifikasi masalah wilayah studi
Pendekatan, atau model-model yang digunakan untuk membantu pencapaian tujuan-sasaran studi.
20. Pembiayaan Pembangunan
a. Tujuan
Memahami aspek pembiayaan pembangunan dan permasalahannya dari beberapa pendekatan.
b. Sub Bahasan (Materi)
Lembaga yang berkaitan/ terlibat dalam pembiayaan pembangunan di Indonesia
Sumber-sumber pembiayaan dan pengelolaannya
Prosedur dan sistem pembiayaan pembangunan di Indonesia serta kaitannya dengan perencanaan wilayah dan kota
Alternatif analisis pembiayaan pembangunan
Kasus pembiayaan pembangunan di Indonesia
21. Tugas Akhir/Skripsi
a. Tujuan
Mampu melakukan penalaran akademik melalui suatu kerja penelitian dan/atau perencanaan secara mandiri.
b. Sub Bahasan (Materi)
Pematangan analisis empiris
© Hak Cipta ASPI © 2010 . Desain oleh ASPI (Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia)
Pengunjung
Total pengunjung
Online